Dec 17, 2010
RECOVER J

Pak Ali
Setelah perkawinan kami memasuki tahun kelima, aku dan isteriku mengalami hubungan suami isteri yang makin hari makin hampa, kerana kesibukan mengurus 2 anak kami yang masing-masing berumur 2 dan 3 tahun. Isteriku malas sekali jika diajak berhubungan suami isteri, alasannya terlalu penat bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mengurus anak. Aku yakin isteriku bukan jenis isteri yang suka selingkuh, selain taat beragama, norma-norma moral dan kesusilaan sangat dijaga benar oleh isteriku, ini kerana isteriku berasal dari keluarga baik-baik. Aku berusaha mencari maklumat bagaimana memulihkan hubungan kami supaya normal kembali. Jika kupaksakan berhubungan, isteriku berteriak kesakitan, meskipun sudah dengan pemanasan (four play) yang lama. Isteriku tidak terangsang sama sekali dan lubang kemaluannya tetap kering, dan jika dipaksakan masuk, dia akan menjerit kesakitan. Aku berusaha mencari alternatif untuk penyembuhan kedinginan isteriku ini. Sudah berbagai cara diginakan tapi belum berhasil. Isteriku berumur 28 tahun dan aku 31 tahun, pada awalnya perkawinan kami boleh dikatakan cukup bahagia, namun sekarang kerana isteriku mengalami kedinginan seks yang nampaknya kekal, membuatku bingung mencari penyelesaiannya. Sebelum kulanjutkan, aku ingin menceritakan isteriku yang bernama Dila, yang kukawinkan 5 tahun yang lalu, untuk ukuran orang melayu dia termasuk wanita yang cukup tinggi dengan tinggi 170 cm dengan berat 49 kg. Kulitnya kuning langsat, rambut sebahu, memiliki leher yang jenjang. Apa yang kusuka dari isteriku adalah kakinya yang panjang dan jenjang, serta bibirnya yang tebal dan mengghairahkan, buah dadanya tidak terlalu besar namun bentuknya indah mancung ke atas. Yang membuatku penasaran adalah puting teteknya yang besar, hampir sebesar ujung kelingking, itu yang membuatku senantiasa cemas dan ingin selalu menghisapnya. Kembali ke masalah tadi. Setelah mendapat maklumat dari seorang rakan, dia mengatakan bahwa di daerah Baling ada seorang dukun orang asli yang dapat menyembuhkan segala penyakit termasuk penyakit dingin seks seperti isteriku ini. Nama aslinya orang kampung tak ingat, tapi semua orang memanggilnya Pak Ali. Sebenarnya isteriku ragu-ragu untuk berubat dengan dukun itu, namun atas desakanku tidak ada salahnya dicuba. Kami terus saja ke tempat yang diberitahu. Sambil menunggu, aku mengamati pengunjung sebelumnya, ternyata rawatan dukun tersebut adalah dengan cara mengurut menggunakan minyak (seperti minyak kelapa) yang dibuatnya sendiri. Setiap pesakit perempuan harus melucut seluruh bajunya, coli dan tinggal celana dalam, dan mengenakan sarung yang disediakan. Aku sempat mengamati kamar kerjanya yang serupa dengan kamar tidur itu pada saat pintunya terbuka. Beberapa wanita sedang menanggalkan coli dan memakai sarung. Begitu isteriku tahu tentang itu, dia hampir saja membatalkan niatnya untuk berubat kerana risau harus buka pakaian, apalagi harus melondeh coli. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam, kemudian giliran kami dipanggil ke dalam. Aku pun disuruh masuk oleh pembantunya. Orang itu meperkenalkan namanya, kemudian menanyakan masalah penyakit isteriku, dia pun mengangguk-angguk mengerti dengan syarat seluruh rawatan harus diikuti dengan serius tanpa ragu-ragu. Kami pun mengiyakan, asal isteriku dapat sembuh. Kemudian Pak Ali menyuruh isteriku menanggalkan pakaiannya, begitu isteriku membuka colinya, kulihat ekor mata Pak Ali agak terkejut melihat buah dada isteriku yang putih dan mancung ke atas, serta puting susunya yang cukup besar itu. Setelah sarung dililitkan di tubuh isteriku yang hanya tinggal mengenakan celana dalam, kemudian isteriku disuruh tidur telentang di tilam yang sudah disediakan. Aku melihat Pak Ali mulai meminyaki rambut dan kepala isteriku dengan minyak, kemudian isteriku disuruh duduk, serta merta lilitan sarung yang dipakai isteriku terlepas. Kemudian dari arah belakang Pak Ali meminyaki belakang isteriku. Posisi Pak Ali duduk menghadap belakang isteriku. Dari arah belakang kedua tangannya mulai meminyaki tetek isteriku yang kiri dan kanan, seluruh permukaan tetek isteriku diminyaki, dan kemudian aku melihat Pak Ali melakukan urutan-urutan yang menurutku sepertinya urutan erotik. Aku juga melihat tangan Pak Ali meminyaki puting susu isteriku, tangannya yang hitam dan telapak tangannya yang besar dan kasar itu meminyaki puting susu isteriku. Dan aku terkejut ketika aku melihat jari-jari Pak Ali yang besar itu juga memutar-mutar puting susu isteriku yang besar itu. Anehnya aku melihat isteriku diam saja, tidak memberikan perlawanan. Sungguh aku hairan, dengan aku saja suaminya dia amat tidak suka puting susunya kupegang-pegang tapi dengan Pak Ali dia diam saja. Puting susu isteriku yang sememangnya sudah besar itu semakin besar dan keras terlihat semakin kencang dan menegak kerana terus dipicit, dielus dan ditekan-tekan oleh jari-jari Pak Ali, yang kiri dan kanan. Aku semakin mengamati bahwa urutan Pak Ali tidak lagi mengurut, tapi justru meramas-ramas kedua tetek isteriku. Aku bertanya-tanya dalam hati, kenapa dia tidak mengurut bagian tubuhnya yang lain tapi justru hanya kedua tetek isteriku saja. Kuperhatikan kedua puting susu isteriku semakin besar dan mengacung keras. Sungguh kontras menyaksikan kedua telapak tangan Pak Ali yang hitam dan besar dengan tetek isteriku yang putih yang diramas-ramas oleh tangan yang kasar. Aku semakin hairan, apakah ini rawatan untuk menghilangkan dingin seks isteriku? Dan yang lebih aneh, buah dada isteriku nampak makin keras dan mengencang seiring dengan puting susunya yang juga mengencang. Apalagi isteriku diam saja diperlakukan demikian, kerana benar-benar kusaksikan Pak Ali bukan mengurut, tapi meramas-ramas buah dada isteriku sesukanya, dan itu dilakukan cukup lama. Segala macam bentuk pertanyaan timbul dalam hatiku, bayangkan buah dada isteriku diramas-ramas oleh Pak Ali di hadapan mata kepalaku sendiri, dan aku mendiamkannya. Dan yang lebih aneh lagi sarung yang masih melilit di pinggang isteriku diturunkan ke bawah oleh Pak Ali, tentu saja paha isteriku yang putih panjang dan mulus langsung terpampang. Lalu dia berkata kepada isteriku, "Cik, tolong buka celana dalamnya, Pak Ali mau periksa sebentar..!" Anehnya entah kerana kena pukau, isteriku menurut membuka celana dalamnya tanpa membantah sedikit pun. Tentu saja aku teekejut dan lidahku kelu. Jantungku berdegup dengan kencang. Pak Ali menyuruh membuka celana dalam isteriku. Dan yang membuat jantungku lebih berdegup dengan kencang, kenapa isteriku tidak keberatan atas permintaan Pak Ali? Setelah isteriku melepaskan celana dalamnya, aku melihat sendiri mata Pak Ali terbelalak melihat kemaluan isteriku, yang bersih tanpa rambut sedikit pun. (Memang bulu kemaluan isteriku selalu dicukur, agar nampak bersih) Dan memang aku mengakui kemaluan isteriku termasuk indah seperti kemaluan anak gadis umur 14 tahun, dengan kedua bibir kemaluan yang tertutup rapat. Jantungku semakin berdegup kencang ketika Pak Ali menyuruh isteriku berbaring dan sekaligus melebarkan pahanya ke kiri dan ke kanan yang secara otomatik kemaluan isteriku terpampang tanpa ada yang menutupi sama sekali. Lalu Pak Ali berkata, "Cik, Pak Ali mau periksa lebih dalam.., cik tenang-tenang saja, yang penting penyakit cik boleh sembuh sembuh." Lalu isteriku pun mengangguk tanda setuju. Dan tanpa kusadari, batang kemaluanku sudah tegang luar biasa, apalagi ketika jari-jari Pak Ali yang berbuku-buku besar itu mulai membelai-belai kemaluan isteriku. Dia mulai membelai bibir kemaluan isteriku seraya melumuri dengan minyak. Jari-jari Pak Ali, yang besar dan berlumuran minyak itu mulai mempermainkan kemaluan isteriku. Aku melihat jari telunjuk Pak Ali menyentuh kelentit isteriku. Jari tengahnya mulai masuk perlahan-lahan meneroka ke dalam kemaluan isteriku. Aku hampir tidak percaya pada pendengaranku, aku mendengar isteriku mengerang kecil dan mendesah-desah tertahan, seperti orang yang sedang menahan suatu kenikmatan orgasme (sebenarnya aku senang mengetahui bahwa sebenarnya isteriku tidak frigid). Aku melihat mata isteriku begitu redup, seperti orang keenakan. Pak Ali tidak hentinya terus mulai memundur-majukan jari tengahnya ke dalam liang kemaluan isteriku. Jari tengah Pak Ali yang besar dan hitam itu masuk dengan lancarnya ke dalam kemaluan isteriku. Nampaknya minyak pelincir di dalam kemalaun isteriku sudah keluar. Aku terkejut paha isteriku semakin dibuka lebar, dan tanpa disadarinya isteriku mulai menggoyangkan punggungnya. "Oh.. ah.. oh.., eh.., eh.., eh..!" desahnya. Isteriku kemudian mengangkat punggungnya tinggi-tinggi, sudah dipastikan isteriku terangsang luar biasa oleh permaianan Pak Ali. Aku melihat isteriku benar-benar menikmati apa yang dilakukan oleh Pak Ali pada dirinya. Jari-jari Pak Ali yang berada di dalam liang kemaluan isteriku membuat tubuh isteriku yang telanjang bulat itu mengelinjang-gelinjang tidak keruan sambil tangannya mencengkam tilam serta mengangkat punggungnya dan pantatnya, kemudian menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Jari tengah Pak Ali yang besar dan kasar itu terbenam dalam sekali di dalam lubang kemaluan isteriku. Aku juga melihat ibu jarinya mengosok-gosok klitoris isteriku. Sungguh pandai sekali Pak Ali membangkitkan nafsu isteriku. Aku melihat mata isteriku menandakan keenakan, dimana biji matanya yang hitam tidak nampak, sementara jari-jari Pak Ali terus bergerak mundur maju di antara bibir vagina isteriku, dan makin lama jari-jari Pak Ali makin jauh terbenam di dalam vagina isteriku. Lalu yang membuat jantungku berdegup kencang, Pak Ali memutar-mutar jarinya yang sedang berada di dalam kemaluan isteriku, diputar ke kiri dan ke kanan, sungguh pandai dia menjolok-jolok kemaluan isteriku. Klitoris isteriku juga menjadi perhatian penuh Pak Ali, ibu jari Pak Ali yang besar dan kasar permukaanya itu terus mengosok-gosok klitoris isteriku. Semakin lama nampak klitoris isteriku membesar dan menonjol kepermukaan, sungguh pemandangan yang luar biasa. Digosok dan dimainkan sedemikian rupa, klitoris isteriku semakin besar sebesar biji kacang tanah, dan isteriku pun mengerang tidak keruan menahan kenikmatan yang didapat dari Pak Ali. Aku pun semakin tercengang, kerana Pak Ali mulai memasukkan tambahan jarinya, yaitu jari telunjuknya yang berbuku-buku besar itu ke dalam kemaluan isteriku. Bersama jari tengah dan telunjuknya yang besar itu, Pak Ali semakin menggila meneroka kemaluan isteriku serta sering memutar-mutar jarinya di dalam. Tidak dapat dibayangkan selama ini, aku saja suaminya tidak pernah melakukan apa yang seperti Pak Ali lakukan. Jangankan memasukkan jari ke dalam kemaluannya, menggosoknya dari luar pun isteriku tidak mau, alasan isteriku tidak bersih. Susah dibayangkan, bagaimana rasa nikmatnya Pak Ali ketika jarinya masuk ke dalam kemalauan isteriku yang kecil dan tertutup rapat itu dijolok oleh kedua jari Pak Ali yang besar-besar itu. Apalagi tangan kiri Pak Ali yang bebas mulai menggapai tetek isteriku dan mulai meramas-ramasnya bergantian yang kiri dan kanan serta memelintir-melintir puting susu isteriku bergantian. Aku melihat puting susu isteriku yang sebesar ujung kelingking itu membesar dan mengacung ke atas kerana diperlakukan demikian. "Ahhh..!" suara desahan isteriku makin kuat terdengar (sebenarnya isteriku paling malu mengerang-ngerang keenakan seperti ini, biasanya dia tahan, tidak mengeluarkan suara) tapi dengan Pak Ali dia benar-benar tidak tahan. Sungguh aku hairan, dengan Pak Ali lain jadinya. Kalau aku suaminya yang melakukan dia tidak mau, jangankan memasukkan jari ke dalam lubang kemaluannya, meramas-ramas buah dadanya saja isteriku tidak mau, ngilu katanya. Dengan Pak Ali dia merelakan kedua teteknya diramas-ramas, dan membiarkan Pak Ali mempermainkan puting susunya (yang menurut dia sangat geli dan sensitif). Dan yang membuatku tidak habis berpikir dan membuat birahiku semakin naik, kenapa dia membiarkan jari-jari Pak Ali masuk ke dalam lubang kemaluannya, sedangkan aku ditolaknya dengan tegas jika ingin mempermainkan kemaluannya. Tapi aku tidak dapat berpikir lama lagi, kerana aku sedang menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa, dimana isteriku sedang menikmati perbuatan Pak Ali. Jari-jari Pak Ali semakin dalam terbenam dan semakin cepat maju mundurnya. Dan, tiba-tiba aku melihat kedua paha isteriku menjepit kencang tangan Pak Ali yang berada di selangkangan isteriku. Kedua tangan isteriku menarik tangan Pak Ali sambil berusaha menekan punggungnya ke depan serta menarik tangan Pak Ali dan berusaha menekan jari-jari Pak Ali untuk lebih jauh masuk ke dalam vaginanya. Isteriku merintih histeria tidak tertahan, "Ahh.., ahh.., ahh.., ahhh..!" Rupanya isteriku telah mencapai orgasme dengan sempurnanya. Pak Ali dapat merasakan cairan isteriku telah keluar dan meleleh ke bibir kemaluannya. Dan aku juga melihat wajah Pak Ali sudah memburu penuh nafsu. Dengan perlahan dia membuka celana hitam labuhnya, kemudian membuka celana dalamnya, lalu tersembul lah batang kemaluan Pak Ali yang sudah membesar dan menegang itu, yang dikelilingi oleh urat-urat yang besar. Aku pun terpana kaku memandang batang kemaluan Pak Ali yang besar dan panjang itu. Jantungku berdegup dengan kencangnya. Lalu Pak Ali menoleh kepadaku, "Encik, encik rela tidak sebagai suami, demi untuk kesembuhan isteri encik ini, isteri encik mesti saya suntik dengan ini," sambil menunjukkan batang kemaluannya yang besar itu, "Saya harus menyetubuhi isteri encik sekarang. Biar penyakitnya hilang." Aku pun terdiam, pikiranku berkecamuk, tiba-tiba seperti suara halilintar yang memecahkan telingaku, isteriku berkata, "Biar saja Pak Ali, saya mau, yang penting.. saya boleh sembuh." Jantungku berdegup kencang, tapi tubuhku menjadi lemas mendengar perkataan isteriku tadi. Isteriku rela disetubuhi oleh orang yang baru dikenal, bahkan dilakukan di depan suaminya, seingatku Dila adalah isteriku yang paling setia, alim dan tidak pernah macam-macam, tapi kenapa sekarang boleh jadi begini, apakah kena pukau, atau apa? Aku tidak dapat berpikir lebih lama lagi, dengan perlahan dan pasti Pak Ali mengarahkan topi keledarya ke dalam kemaluan isteriku. Isteriku pun juga cukup terkejut melihat topi keledar Pak Ali lebih besar dari batang kemaluannya. Dan sialnya, sepertinya isteriku tidak sabar menunggu batang kemaluan Pak Ali menghampiri kemaluannya. Tanpa rasa malu sedikit pun, isteriku menarik punggung Pak Ali dengan kedua belah tangannya untuk cepat merapat ke kelangkangnya. Tapi ternyata Pak Ali sedar diameter kemaluannya yang hampir 3 cm itu memang terlalu besar untuk kemaluan isteriku yang kecil dan comel itu, (sebenarnya ada perasaan rendah diri dalam diriku, kerana batang kemaluanku jika dibandingkan dengan Pak Ali jauh lebih kecil). Perlahan Pak Ali mengosok-gosok topi keledarnya di permukaan kemaluan isteriku yang kecil dan mungil itu. Aku pun penasaran melihat pemandangan yang menakjubkan itu, apakah boleh masuk seluruh batang kemaluan Pak Ali ke dalam vagina isteriku..? Aku melihat wajah ketidaksabaran isteriku kerana Pak Ali belum memasukkan seluruh batang kemaluannya ke dalam liang vaginanya. Nampak wajah protes dari isteriku dan Pak Ali mengerti. Perlahan dan pasti topi jerman Pak Ali sudah mulai terbenam masuk ke dalam kemaluan isteriku. Mata isteriku mendelik-delik ke belakang, merasakan kenikmatan yang luar biasa, dan membuat perasaan iri menjalar di tubuhku. Isteriku memeluk tubuh Pak Ali dengan kencangnya, seolah tidak mau melepas batang kemaluan yang sudah masuk ke dalam vaginanya. Isteriku semakin membuka kedua pahanya lebar-lebar, ke kiri dan ke kanan, mempersilakan batang kemaluan Pak Ali masuk tanpa hambatan. Kini seluruh batang kemaluan Pak Ali sudah terbenam di dalam liang vagina isteriku. Pak Ali tidak langsung memainkan batang kemaluannya, dibiarkannya sesaat batang kemaluan itu terbenam, ini membuat isteriku makin gelisah. Dan sungguh di luar dugaan, Pak Ali berusaha mencium bibir isteriku yang mekar itu, aku menyaksikan bagaimana bibir Pak Ali yang hitam itu melumat bibir isteriku yang tebal dan mengghairah itu. Aku tahu sebenarnya isteriku tidak mau dicium oleh sembarang pria, tapi kerana desakan berahi yang meluap-luap, mau juga isteriku membalas ciuman Pak Ali dengan ganasnya. Kulihat mereka berpagutan, namun isteriku sudah tidak tahan. Dia berkata, "Cepat Pak Ali, mulai..!" Perlahan dan pasti Pak Ali mulai memaju-mundurkan batang kemaluannya di dalam vagina isteriku. Aku melihat disaat batang kemaluan Pak Ali menghujam ke dalam, bibir kemaluan isteriku pun ikut melesak ke dalam, dan disaat batang kemaluan tersebut ditarik keluar, bibir vagina isteriku pun ikut melesak keluar. Hal ini dikeranakan batang kemaluan Pak Ali yang terlalu besar untuk ukuran vagina isteriku yang kecil dan mungil itu. Aku melihat wajah isteriku merah padam, menahan kenikmatan yang luar biasa. Matanya terpejam-pejam saat menerima tikaman batang kemaluan Pak Ali serta bibirnya mendesis-desis. Ternyata isteriku sangat menikmati persetubuhannya dengan Pak Ali, dikeranakan memiliki batang kemaluan yang besar dan panjang. Sementara aku melihat wajah Pak Ali, matanya pejam celik, menikmati liang vagina isteriku yang kecil dan mungil itu. Tanpa ada rasa malu, di sela-sela rengekan nikmat yang keluar dari bibir isteriku, aku mendengar dia berkata, "Ahh... Ayuh.. Pak Ali, cepat lagi..!" Rupanya isteriku sudah ingin mencapai orgasme. Isteriku semakin cepat menggoyangkan punggungnya ke kiri dan ke kanan, dan mengangkat punggungnya tinggi-tinggi. Dan benar saja, Pak Ali semakin mempercepat permainannya, topi jerman dan batang kemaluan Pak Ali yang dikelilingi oleh urat-urat yang besar sekarang begitu mudahnya masuk keluar dari dalam liang kemaluan isteriku yang sempit itu. Sukar dibayangkan, batang kemaluan Pak Ali yang demikin besar itu dapat menerobos masuk dan keluar dengan mudahnya, ini dikeranakan pasti isteriku sudah mengeluarkan cairan pelincirnya begitu banyak. Tapi kerana teramat besarnya batang kemaluan Pak Ali, bibir kemaluan isteriku tetap melesak ke dalam atau ke luar ketika dibenam maupun ketika dicabut. Ini merupakan pemandangan yang sangat menakjubkan, cepatnya batang kemaluan Pak Ali masuk dan keluar, diikuti dengan cepatnya bibir vagina isteriku melesak ke dalam dan keluar. Aku pun sudah tidak tahan untuk melakukan lancapan melihat isteriku disetubuhi oleh laki-laki yang belum dikenal dengan batang kemaluan yang luar biasa besarnya. Pak Ali ternyata tidak mau rugi sama sekali, apabila diperbolehkan menyetubuhi isteri orang dalam rangka penyembuhan, mesti dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak boleh ada bahagian tubuh yang ditinggalkan. Memang sungguh berlebihan, sempatnya Pak Ali melahap kedua buah dada isteriku yang terguncang-guncang terkena hentakan batang kemaluannya. Dengan rakus disedut-sedutnya puting susu isteriku dengan kuatnya yang kiri dan kanan bergantian, sungguh Pak Ali menikmati puting susu isteriku yang sebesar ujung kelingking itu (seperti anak kecil isap puting). Pasti nikmat kerana terasa puting itu di mulut yang menghisapnya. Kesan dari ini semua isteriku tidak tahan untuk berteriak-teriak menikmati kenikmatan yang amat sangat yang belum pernah dirasakan. Dan tiba-tiba aku melihat tubuh isteriku mengejang kaku dan bergetar seperti dialiri elektri ribuan volt. Tangan dan kakinya memeluk Pak Ali dengan kuat seperti melekat. "Ahh.., ahh... Ahh..!" tangannya mencakar belakang Pak Ali hingga berdarah dan bibirnya mengigit lengan Pak Ali hingga berdarah pula. Punggung isteriku diangkat menempel di tubuh Pak Ali, seolah tidak dapat lepas, isteriku mengalami orgasme yang luar biasa hebatnya, yang seumur hidup belum pernah dirasakannya. Sementara Pak Ali pun sudah tidak tahan, dia mempercepat kocokannya. Dan akhirnya ketika ingin memuntahkan laharnya, dia cepat mencabut batang kemaluannya yang besar dan berurat itu dan disodorkan segera ke wajah isteriku. Sperma putih melumuri wajah isteriku dan sebagian dari sperma itu harus ditelan oleh isteriku, sebagai salah satu syarat penyembuhan. Setelah selesai, Pak Ali menyuruh isteriku mandi air bunga yang disediakannya dan memberikan beberapa ramuan kepadaku untuk diminum isteriku. Ketika hendak pulang, kutanyakan berapa bayaran untuk rawatan yang baru saja dilakukannya. Dikatakannya percuma, kerana sudah dibayar dengan tubuh isteriku. Dia mengatakan aku merupakan lelaki yang beruntung mempunyai isteri yang lubang kemaluannya kecil dan rapat meskipun sudah beranak 2.
Posted at 07:32 pm by notyjoe
Give Comment  

Adikku
Kisah benar diriku, umtuk tatapan para pembaca agar dibuat renungan dan pengajaran. Kisahnya begini, adikku seorg yang agak alim (bertudung Labuh, umur 19 tahun, telah bertunang, kulit putih, muka lawa, sopan santun dan amat mengiurkan sesiapa yang melihatnya..termasuk klah aku sendiri tidak tahan bila melihatnya ). Aku seorg yang bernafsu kuat, umur 25 tahun..darah panas beb, suka malakukan lancapan terutama bila melihat laman sexysuraya.. bertubuh sasa dan macholah katakan, muka nampak baik, tapi aku sebenarnya org yang sentiasa dahagakan kepuasan dan sentiasa ingin kelainan. Sebelum ini Mak Usu ku yang berumur 36 tahun telah kuterokai cipapnya dan juga adik seorang kawanku, Zam juga telah ku pecahkan daranya sewaktu aku pulang ke kampungku (dalam perjalanan pulang aku menumpangkan balik dari pekan.. disitulah aku mengambil peluang untuk melepaskan cecair nakalku kedalam rahimnya.. memang hebat keenakkan tubuh adik kawan rapatku). Tiada siapa yang tahu kelakuan ku, kecuali Zam. So, utk menyembunyikan perkara tersebut, Zam pula mengenakan syarat yang ketat, iaitu dia ingin menjamah pula tubuh adikku yg gebu dan sopan itu..aduuuuh, pening kepalaku.. tapi apa boleh buat.. Suatu hari aku dengar orang dikampung kecuali adikku akan berjalan dan tidak pulang selama tiga hari.. maka setan pun telah merasuk aku utk melangsaikan hutang ku, aku terus kekampung.. lantas aku terfikir, sebelum Zam menjamah dara adikku, baik aku yang merasmikannya.. baru berbaloi. Di sinilah episod kenikmatanku. Aku sampai dikampung, selepas isyak dan pintu berkunci..tapi biasalah McGuyver. Aku masuk dan intai dibilik adikku, tak berkunci.. fuuyooo, adikku sedang baring mengiring membaca mejalah.. maaakkk datuuuk, begitu hebat sekali.. pinggulnya, payu daranya terbonjol, leher dan betisnya putih, hanya ditutupi baju tidur.. lantas konekku pun mencodak dan nafsu tak dapat dibendung..aku masuk kebilik, kunci pintu dan terus menindih kemontokkan tubuhnya yg asyik membaca itu.. dia terperanjat, cuba menjerit, sebelum berkata2 aku sempat mengikat tanggannya keatas katil dan menyumbat mulutnya.. sewaktu aku menindih itulah dadaku dan konekku telah tersentuh padanya.. aduuuuh terasa pejalnya. Aku tak tahan lantas aku merobekkan baju tidurnya..praak terkoyak, terus aku londehkan.. aku tergamam, itulah kali pertama aku menjamah mataku dgn tubuh adikku yg selama ini bertutup likup.. payu daranya amat sederhana, segar, pusatnya, dan waaah cipapnya.. baru aku tau yg adikku tak memakai pakaian dalam semasa dirumah.. akun pun menjilat pipi, leher, payu dara.. adikku merengeh dan aku terdengar samar2 dia berkata.... "Apa abang buat ni....! Nor kan adik kandung abang.. tak baik uat macam nie.. eeiii....! mmmmmm...!" Aku buat dek jer, aku terus menjilat ke pusat, dia menangis dan kegelian, dan terus pula ke lurah dibawah pusat itu..disitulah aku melihat cipap adikku bergerak-gerak kerana menggeliat.. terus saja aku sembamkan mukaku danm menjilat-jilat serta menyedut- nyedut.. memang lembut dgn bulu yg sentiasa dicukur, aku menggentel kelentitnya dan menghisap..dia merayu... "Tolonglah jgn lakukan..." "Diam... lepas ini aku bagi engkau yg lebih best...!" aku bersuara. Konekku telah tersangat tegang, so, terpaksalah aku merapatkannya ke cipap adikku.. adikku terbeliak.. "Jgn baaang.. jgn lakukan itu, ia adalah utk bakal suami ku saja". "AAAhhh.. dah memang tadkir dia tak akan dapat rasa rezeki ni....! hehehe..." Aku terus membenamkan sedikit demi sedikit, memang ketat dan sempit.... terus aku tekankan saja maka terkoyaklah dara adikku.. "Tiidaakk.. uuuuhhh.. eeehhh.. sakiiiit...!!!" Mendengar itu, aku semakin ghairah dan semakin laju dayungan ku, hingga akhirnya akupun terasa ingin memuntahkan cecair likatku, aku benamkan sedalamnya, adikku tahu apa yg akan terjadi.. "Tolong baaang.. jangan buang didalam... jangan buntingkan saya.... tolonglah abang...!" Aku semakin laju dan oooohhh.. aaarggh.. fuuuhhh cecairku meledak kedalam dan sangat nikmat, tidak kurang empat das ledakkan aku lepaskan, dan ku lihat mata adikku juga terpejam serentak itu juga aku dapat rasakan kehadiran cecair dari dalam cipapnya tersembur dan bercampur, disitulah berakhirnya perjuanganku. Aku mencabut konekku dan mencumbuinya dengan penuh manja, dan menjilat-jilat disekitar cipapnya. Aku lihat adikku hanya mendiamkan diri.. sememangnya aku puasssss.....! Bersambung ni adalah sambungan dari kisah benarku yang lalu. Sila ikutinya lagi... Setelah aku terdampar layu mengerjakan adikku, aku bangun dan meninggalkannya didalam bilik yang masih dalam keadaan bogel itu.. masih lagi menangis. Sambil tersenyum puas aku keluar dam mengambil minuman lantas aku pun menelefon Zam untuk memenuhi janjinya. Dalam beberapa minit dia telah sampai kerumah ini. "Hai Zam, nah aku berikan hidangan mu ..tuu didalam bilik sana". Tanpa berlengah Zam pun terus melucutkan baju dan seluarnya, maka tercodaklah tongkat yang telah lama mengeras.. adikku terkejut beruk. Zam pun merapatkan tubuhnya ke tubuh montok adikku yang masih terikat itu.. "Nak apa lagi nie.. tolonglah..... aku dah sakit dan lesu ni...!" "He.. he.. he.. aku nak menikmati tubuhmu wahai cik Nor" ..Zam bersuara sambil memuji tubuh adikku. Adikku mula menangis apabila Zam merapati dan menggomol dan menghisap seluruh tubuhnya.. diwaktu itulah merakamkan segala perlakuannya.. untuk keselamatan beb.. biasalah.. Ku lihat Zam semakin rakus meramas payu dara adikku, menghisap puting dan terus kekelentitnya yang masih basah dengan air maniku itu.. ku lihat adikku menggigil dan kegelisahan... "Mungkin dia telah dapat merasai kenikmatannya" ..bisikku. Selepas puas menjilat, tanpa berlengah Zam pun memulakan operasi tonjolan dan dayungan dengan batang pelirnya, ..begitu laju sekali dayungannya dengan dayungan ygt gagah itu.. adikku pun merengek.... "Yiaaaah.. uhhhh.. hmmmm.. jangaaaaan". Dengan tidak semena- mena aku pun ghairah mendengar suaranya, maka konekku pun tegak kembali. Aku merapatkan konekku ke mulut adikku, sumbatan mulutnya ku buka dan ku tonyohkan konekku kedalam, dia cuba mengelak tetapi paksa juga, akhirnya dia mengalah, maka terendamlah konekku didalam mulutnya, ku sorong tarik dengan agak lama dan akhirnya klimaksku hampir tiba, aku biarkan saja terendam didalam mulut dan akhirnya meletuslah pancaran cecair hengat dari konekku, terbelahak adikku dan mungkin ada yang tertelan, Saat itu juga Zam menderaskan dayungan dan tiba-tiba... "I'm cumming.. yeeaaahhh....!" "Jangan.. tidak.. aaaarrgghh...!" adikku mendengus. Beginilah akhirnya episodku.. dan sehingga kini aku masih mengulangi lagi aktiviti kami.. bertukar-tukar adik sebelum mereka bernikah tidak lama lagi... kami bernasib baik benih kami tidak melekat... banyak cara beb. Semangnya aku puas bila mengerjakan adik sendiri yang lawa,sopan dan fiiuuuuh.. cerita pun tak guna. Kengkawan sendiri boleh mencubanya jika ada kesabaran, keberanian dan keyakinan diri.... Pendek katanya " mahu seribu daya tidak seribu daleh." Macam slogan masa kat sekolah dulu...... "TEKUN BERUSAHA PASTI BERJAYA
Posted at 06:48 pm by notyjoe
Give Comment  

Intan
Peristiwa ini berlaku semasa aku bekerja dengan sebuah badan kerajaan. Ia menjadi kenangan paling bermakna buat aku.

Ceritanya bergini, Intan adalah pekerja setempat dengan aku bekerja. Dia nie dah berkahwin anak dah 3 orang, anak yang pertama berumur 10 tahun yang kedua 8 tahun dan yang ketiga 8 bulan, tapi body dia fuhh¡K.. memang mengancam. Yang aku tahu dia nie selalu pergi kelas senamrobik di luar selepas waktu kerja mungkin sebab itu body dia mengancam. Yang aku tak leh tahan tu bahagian dadanya yang tersembul gebu tu bagaikan gunung kinabalu. Teteknya tak lah besar sangat tapi dia punya tegap tu yang membuatkan aku hilang fikiran kejap. Dia nie pakai tudung skaf memang lemah lembut orangnya dan peramah. Ramai yang mana tak tahu dia nie dah khawin tergilakan dia, bukan padang wajahnya tapi pada potongan badannya dan dadanya itu khasnya.

Satu hari nak terjadi kisah pejabat kami hendak berpindah tempat aku dan intan sama-sama mengemas di dalam bilik stor untuk dibungkus dan dibawa pindah. Hari tu dia pakai kebaya yang membuka dada mulanya aku dah memang geram dah kat tetek dia tu sampai aku mengemas pun tak tentu arah. Intan dan aku duduk dilantai sambil mengemas kemudian dia menyuruh aku mengambil kertas yang berada di atas kabinet di belakang ku aku pun berdiri untuk mengambil kertas yang disuruhnya itu. Apabila aku berdiri aku terpandang teteknya yang masak ranum dan tegap itu di sebalik baju kebayanya bebungkus coli berwarna putih. Fuh¡K. memang class¡K. macam anak dara punya¡K lah aku terpaku kerana ini pertama kali aku melihat teteknya yang ku idamkan itu.
Dalam hati aku berkata ¡§Kalau aku dapat aku ramas sampai puas¡¨.Kemudian dia mengangkat kepalanya memandang aku sambil bertanya ¡§mana kertasnya¡¨, aku terperanjat dan buat tak tahu je tapi aku rasa dia tahu yang aku melihat dadanya kerana dia selepas itu menutup bahagian dadanya dengan kain tudungnya.

Apabila telah habis mengemas jam menunjukan pukul 1.00 tgh masa untuk rehat. Aku bertanya pada ¡§intan nak keluar makan tak¡¨ dia kata ¡§tak naklah¡¨ sebab dia nak baring kat stor sebab penat. Aku pun terus keluar dari stor itu. Sampai diluar aku terasa yang aku tertinggal barang iaitu kunci motor.

Akupun masuk ke stor semula dan akau lihat intan dah berbaring di atas lantai beralaskan kotak yang telah dibuka menjadi lebar. Aku terhenti langkah di hadap pintu yang aku buka hanya separuh hanya kepalaku yang terhulur. Alangkah indahnya pemandangan yang aku lihat di saat itu.

Sepasang gunung yang tegap berada di hadapan aku. Masa itu Intan baring melentang dan terserlahlah teteknya yang aku idamkan itu. Pelahan-lahan aku masuk ke arahnya untuk melihat lebih dekat lagi. Apabila aku berada dekat dengannya aku pun duduk sama dengan teteknya. Sambil aku tatap puas-puas, nak pegang takut dia sedar.Lama juga aku menatap teteknya itu hampir 10 minit juga. Kerana takut dia sedar aku pun ambil keputusan untuk beredar.

Semasa aku hendak bangun dia dah sedar dan dia terperanjat melihat aku berhampiran dengannya. Dia bertanya pada aku ¡§Kau buat apa¡¨. Aku dengan panik menjawab ¡§Tak ada apa kak intan aku cuma¡K.. dia menyampuk ¡§cuma apa kau nak rogol aku ke?¡¨. Aku bertambah panik bila dia cakap aku nak rogol dia. ¡§Baik kau cakap kau buat apa tadi, Kalau tidak aku beritahu orang pejabat¡¨ dia bertanya. Aku pun tak ada pilihan lain aku berterus terang dengannya yang aku hanya memandang teteknya yang tegap itu. ¡§Apa !!!¡¨ dia menengking aku. ¡§Aku tak buat apa-apa aku cuma lihat aje siapa tak geram tengok tetek kau macam tu¡¨ dengan berani aku berterus terang. Dia terdiam sambil tunduk. Lama juga dia tunduk dan terus pergi.

Di pejabat kami buat tak tahu aje macam tak ada apa yang berlaku. Semasa hendak pulang dia memberi mesej pada aku dengan menulis sekeping kertas menyuruh aku berjumpanya di tingkat 4. Setahu aku tu tingkat tu tak ada orang selepas waktu kerja nie dan sunyi pulak tu. Tapi aku tak kisahlah mungkin dia ada hal dengan aku mungkin pasal peristiwa tadi.

Aku pun terus menaiki lif untuk ke tingkat 4. Disana aku dapati tiada orang cuma lampu aje terpasang. Aku terus berjalan melalui lorong di situ. Tiba-tiba pintu sebuah bilik terbuka dan aku lihat Intan berada di situ sambil melambai aku. Aku menuju ke arahnya sambil tertanya-tanya apa dia mahukan. Sampai berdekatan dengannya dia menarik aku masuk ke bilik itu aku lihat bilik tersebut kosong tiada barang kecuali kotak lama. Aku bertanya kepadanya kenapa panggil aku ke sini. dia kata disini tiada orang.
¡¨ Tadi kau kata kau geramkan kat tetek aku, sekarang aku nak beri kau rasa nak tak?¡¨. Aku terperanjat ¡§Apa¡K.Intan nak beri tetek intan untuk saya rasa, betul ke nie?¡¨ aku bertanya dengan senyuman. ¡§Betul¡¨ dengan serius dia menjawab. ¡§Nak tak, kalau tak nak intan pergi¡¨, sambil melangkah ke pintu keluar. Apa lagi aku dengan rakusnya terus menangkapnya di bahagian dadanya sambil meramas tetek yang aku idamkan itu selepas dia melepasi bahu aku.

Dia merengek manja kerana teteknya diramas. Aku rasa nikmat tak terhingga apabila dapat meramas tetek yang aku idamkan selama ini berada didalam genggaman aku. Tiba-tiba aku rasa tangan aku basah dan membasahi bajunya aku berhenti meramas dan bertanya kepadanya ¡¨ apa nie intan¡¨. Dia tersenyum dan berkata ¡§Inilah susu saya untuk menyusukan anak saya, kalau nak hisaplah¡¨.

Aku dengan rakusnya membuka baju intan, satu persatu butang bajunya aku buka apabila semuanya terbuka aku selak colinya dia merengek sekejap. ¡§Hisaplah¡K.¡¨ dengan nada manja. Mulanya aku teragak-agak nak melakukannya tapi dia menarik kepala aku rapat ke teteknya dan dia sumbat puting teteknya kemulut aku sambil menyuruh aku menghisap putingnya. Aku pun menghisap teteknya dengan pelahan dan aku rasakan satu air yang panas memasuki mulut aku rasanya tawar walau bagaimanapun aku menghisapnya juga.

Lama-lama aku naik syok dengan perbuatan tersebut lalu aku menghisap teteknya seperti aku menghisap air kotak. Dia merengek manja ini membuatkan nafsu aku naik. lalu aku angkat intan dan baringkanya di atas lantai. Dia merelakan apa yang aku lakukan. Hampir 20 minit aku melakukannya akhirnya dia bersuara yang teteknya dah kering susu dia menyuruh aku berubah ke sebelah lagi. Aku pun dengan tidak membuang masa terus berubah ke gunung sebelah dan menghisapnya seperti tadi. Setelah aku ras perut aku penuh dengan air aku berhenti dan bangun.

Aku rasa nafsu aku memuncak lagi apabila aku lihat teteknya yang aku hisap tadi dan aku mengulangi kembali meramas teteknya dengan kuat sekali lebih kuat dari mula dan dia merengek manja tanda kesedapan. Aku turunkan kepala aku ke mukanya tapi dia mengelak dan berkata ¡§kau kata nak rasa tetek aku sahaja sekarang kau dah dapat sudahlah¡K.ah¡Kah¡K¡¨, sambil merengek kesedapan kesedapan apabila aku meramas teteknya itu. Aku kata yang aku tak puas dengan kelakuan tadi, jadi aku nak rasa seluruh tubuh montoknya itu.

Dia terperanjat dan berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan aku. Tapi aku menahan perlakuannya itu dan terus mengomoli badannya dengan ganas sekali. Dia menjerit tapi aku tak endahkannya. Aku terus mencium mulutnya supaya dia tak menjerit lagi. Lam juga aku cium dia hingga dia betul-betul seronok dengan ciuman aku itu lidahnya aku hisap dan sekali sekala aku gigit lidahnya kerana terlalu seronok dengan ciuman itu.

Setelah hampir 5 minit aku mencium bibirnya yang gebu itu aku melepaskannya dengan pelahan sambil tangan aku masih lagi meramas pada teteknya yang menjadi kegeraman aku tu. ¡§Ahhhh¡K.ssss¡K..¡¨ dia merengek manja.Pelahan-lahan aku menanggalkan baju kebaya biru yang dipakainya mulanya dia melawan tapi aku paksa juga membuka bajunya itu lama kelamaan dia membiarkan sahaja perlakuan aku itu.

Sekarang hanya tinggal colinya sahaja yang terbuka kerana aku hisap tadi. Aku mengangkat badannya sedikit agar dapat aku membuka pin coli di belakangnya. Dan sekarang tiada apa yang tinggal di badannya dan aku lihat badannya yang putih gebu itu di hadapan mata aku dan menanti untuk aku menjamahnya. Dalam hati aku ¡§Hari ini akan aku jadikan makanan kenduri aku¡¨.
Coli yang aku buka tadi aku campakkan ke atas bahagian kepalanya. Nafsu aku semakin menjadi-jadi, pertama sekali aku mencium bahagian lehernya yang memang putih gebu itu dan sekali-sekali aku menggigit lehernya. Dia hanya mampu merengek manja sambil tangan aku masih lagi meramas teteknya yang gebu itu. Aku dah bertekad takkan lepaskan tetek dia dari ramasan aku kerana ianya terlalu sedap bila aku meramasnya.

Lehernya memang cantik aku jilat sampai basah lehernya. Apabila puas aku jilat lehernya aku menurunkan tangan aku ke bahagian bawah dan membuka kain yang dipakai dia melawan tapi aku mendesak juga dia merayu pada aku supaya tidak melakukannya namaun aku tidak hiraukannya dia tak boleh berbuat apa-apa kecuali merengek manja. selepas terbuka butang kainnya aku memesukan tangan aku ke dalam kainnya dan meramas kemaluannya¡K.. fuuhhhhhh terasa kemaluannya tembam sekali. Aku menjadi semakin ganas kain yang dipakainya aku londehkan ke bawah¡K kini dia hanya tinggal seluar dalam sahaja yang berwarna merah jambu ini lagi membuat aku ghairah.

Tanpa membuat masa aku terus menyembam kan muka aku ke kemaluannya dan menggosok hidung aku di kemaluannya baunya agak hamis tapi itu belakang cerita¡K dia hanya merenggek manja sambil terangkat-angkat kepalannya.. kerana kesedapan. Aku bertambah ghairah apabila dia berkelakuan demikian, dan aku terus membuka seluar dalamnya dan terserlahlah kemaluannya yang berbulu agak nipis itu terus aku masukan lidah di celah-celah kemaluannya. Kali ini agak kuat juga rengekkannya dan dia merayu agar aku berhentikan kelakuan aku itu terhadap kemaluannya.

Aku tidak menghiraukan rayuannya itu terus aku menjilati kemaluannya seperti aku menjilat sisa makanan yang lazat sekali. Dia tidak boleh berbuat apa-apa kecuali sesekali dia mengangkat bahagian bawah badannya itu kerana kegelian agaknya. Setelah hampir 5 mini aku menjamah kemaluannya itu aku berhenti dan kali ini dia hendak bangun tapi aku tidak membenarkannya kerana aku hendak memulakan aksi seterusnay iaitu memasukan batang yang lama kehausan kemaluan wanita ini.

Aku mengangkat kedua belah kakinya ke atas dan terserlahlah kemaluannya yang lazat itu dan memudahkan aaku memasukan batang aku yang saiznya agak besar juga (saiz orang asia)kedalam kemaluannya. Dia cuba meronta untuk melepaskan diri, kali ini aku bertindak lebih kasar kepadanya. Dia merayu agar aku melepaskannya, tapi aku tidak menghiraukannya. Dengan satu hentakan saja batang aku telah masuk semua kedalam kemaluannya dia menjerit seketika apabila batang aku terbenam kedalam kemaluannya.
Aku tersenyum kesedapan apabila batang aku berada didalam kemaluannya. Air matanya mengalir tanda menyesal tapi aku tersenyum kesedapan. ¡§Tak sangka kau intan mempunyai kemaluan yang masih ketat lagi¡¨ kata aku. Dia tidak bersuara hanya mengelengkan kepalanya kekiri da kanan aku terus menarik batang aku dan menyodoknya kembali seperti oang menarik papan dan menyorongnya kembali. Intan berdesis kesedapan dan aku teruskan dayungan aku itu. Tangan aku masih lagi di teteknya sambil meramas-ramas manja. Iantan sudah menjadi tidak tentu arah kadang-kadang badannya terjungkit naik apabila aku benamkan batang aku dengan ganas sekali kedalam kemaluannya.

Hampir 20 minit aku menyorong tarik batang aku di dalam kemaluannya dan tiba masanya aku hendak pancutkan air mani aku, tapi aku berhenti sekejap dan berkata pada Intan ¡§Intan kemaluan kua masi ketat walaupun anak dah 3 orang ini membuatkan aku rasa tak puas kalau aku pancut sekarang jadi sekarang aku berhenti sekejap untuk berehat. Masa berehat itu batang aku masih didalam kemaluan intan. Sambil aku berehat itu aku sempat menghisap teteknya yang berisi susu itu selama lima minit. Selepas itu aku maneruskan sisa perjuangan aku semula sehingga penghabisan.

Setelah 15 minit aku melakukan terhadapnya tiba masanya aku memancut semua air mani aku ke dalam kemaluannya. Dia hanya berdesis kesedapan apabila air mani aku bertakung didalam kemaluannya. Aku menghembuskan nafas kelegaan. Dia memejamkan matanya sambil bibirnya terkumat-kamit seperti membaca sesuatu.

Selesai saja kami berdua berpelukan untuk menghilangkan rasa letih kami. Intan kemudiannya bangun dan mencapai pakaiannya yang berterabur diatas lantai. Aku terus mencapai baju akau dan memakainya semula. Sewaktu mamakai baju kami sempat lagi berbual-bual dia bertanya pada akua adakah aku puas sekarang aku kata kalau ikutkan hati belum tapi ini dah cukup untuk memenuhi pintaan batang aku ini. Dia hanya tersenyum. Kami pun beredar dari bilik tersebut sambil aku masih lagi meramas teteknya sewaktu berjalan menuju ke lif
Posted at 06:42 pm by notyjoe
Give Comment  

Biniku
Aku dah berkawin dan mempunyai seorang anak perempuan berumur 11 tahun.Perkawinanku telah menjangkau usia 12 tahun tetapi rezeki yang diberi hanya seorang saja.Isteriku tidak merancang malah nafsu berahinya semakin tua semakin meliar.Kami masing masing giat berusaha untuk mendapatkan anak tetapi rezeki belum tiba.Usia isteriku pula telah memasuki 30 tahun dan aku tua lima tahun daripadanya.Aku sedar bahawa aku tidak dapat memenuhi kehendak nafsu membuasnya diranjang.Kedalaman vaginanya juga tidak dapat dicapai oleh penisku yang hanya 5 inci panjang ini.Setiap kali kami
bersetubuh aku sajalah yang tewas dulu.Tetapi isteriku ini sabar sahaja namun aku berusaha juga mengimbangi keadaan dengan menggunakan dildo untuk memuaskan nafsu meliar biniku.

Setelah selesai kerja aku balik kerumah jam 5.30 petang.Aku mendapati biniku sedang bersolek dimeja soleknya.

“Abang! Ana ada seminar malam ni.Seminar pembekal Avon.”kata biniku.

“Jam berapa?”aku bertanya.

?.00 petang”jawapnya ringkas.

“Ana mungkin lewat balik sebab selepas seminar ada jamuan makan malam.Ana dah siap masak tu abang makanlah bersama ani nanti ya.”kata biniku.

“Kalau ana nak balik nanti ana call abang.Pergi ni ana tumpang ngan Yanti, abang tak payah hantar .”sambungnya lagi.

Beberapa minit kemudian biniku dengan tergesa gesa meninggal aku dan anak ku. Dah syak dah biniku pasti pergi bertemu kekasih lamanya malam ini bisik hatiku.Biniku memang ahli Avon dan sering pergi menghadiri seminar-seminar yang telah dianjur oleh Avon.Malam ini adalah salah satu diantaranya tetapi hatiku berat menyatakan yang
biniku kali ini tidak menghadiri sepenuhnya seminar yang diadakan.Biniku pasti pergi berjumpa Rizal.

Setelah menghubungi Lan, jam 6.00 petang aku ke tempat kerja Lan.Temanku ini memang sangat cekap dengan tugasnya semuanya yang aku arahkan telah pun dilakukannya.Dalam bilik khas dengan monitor TV yang agak besar kami dapat melihat suasana semua sudut bilik yang disewa oleh Rizal.

“Siapa Rizal tu man?”soal Lan kepadaku.

“Bekas kekasih biniku.”jawapku ringkas.

“Jadi apa halnya?”Lan ingin dapatkan kepastian.

“Ni yang aku benggang ni.Biniku dah main kayu tiga nganku ni.Tengahari tadi aku sendiri nampak dia bersama Rizal.Tulah aku telefon kau.Aku pasti Rizal akan menyewa disini.”Aku memberi penerangan ringkas.

“Oooo! Fahamlah aku sekarang.Kalau gitu aku biarkan kau disini seorang.Kalau kau nak apa apa call aku aja.Aku ada kerja ni.”Lan memahami persoalannya.

Lan sememangnya amat memahami sikap aku.Kami berdua adalah rakan sepermainan sejak dari kecil lagi.Sehingga kini dalam menempuhi kehidupan suka duka, kami sering bantu membantu satu dengan lain.

“Okey lah Lan thanks banyak banyak kerana tolong aku.”Kataku sambil berjabat salam dengan Lan.Kemudian Lan meninggalkan aku seorang.

Bilik masih tidak berpenghuni.Jam tepat 6.45 petang.Aku duduk memerhatikan skrin TV dibilik khas hotel.

Difikiranku tertanya tanya kemana agaknya mereka waktu ini.Aku takut juga rancanganku ini akan menghadapi kegagalan.Mungkin juga biniku tidak semudah itu untuk menyerahkan tubuhnya kepada lelaki lain dan pertemuan mereka tengahari tadi adalah pertemuan biasa sahaja maklumlah bekas kekasih katakan.Tetapi ada rakanku yang pernah terserampak dengan biniku bersama lelaki lain.Mungkin juga perkara
itu benar.Semua persoalan sedang bermain main di kepalaku.Setengah jam sudah berlalu bilik masih juga kosong.Aku sandarkan diri di kerusi empok hotel.

Jam 7.15 malam tiba tiba aku melihat diskrin TV 29 inci yang merakam suasana bilik yang disewa Rizal pintu bilik terbuka dan muncul dua orang yang memang aku kenal.Dia ialah Rizal dan seorang lagi wanita yang telah hidup bersamaku selama ini,biniku.

Mereka berkepit masuk kedalam bilik.Belumpun sempat mereka duduk, mereka berpelukan sambil berkucupan mulut dan agak lama juga adengan itu.Setelah itu Rizal kebilik air.Dah stimlah tu agaknya.Biniku pula duduk diatas katil yang bertilam empuk.Dihenjut-henjutnya tilam yang tebal itu.Nak testlah tu.

Rizal keluar daripada bilik air lalu menanggalkan bajunya.Bentuk badannya sasa seperti ahli sukan bina badan.Biniku yang sedang duduk menghulurkan tangan mengapai bidang dada Rizal yang berotot itu lalu meramasnya mesra.

Aku tinggikan sedikit volume suara dan memasang telinga supaya dapat mendengar jelas perbualan mereka.

“Abanggg, Ana telah lama menginginkan suasana seperti ini.”Kata biniku.

“Ana nak abang puaskan ana malam ni..,”sambung biniku manja.

“Macam mana suami Ana? Dia tak saspek ke?”Tanya Rizal.

“Takdelah I dah katakan padanya yang I ada seminar malam ni dan balik agak lambat sedikit untuk jamuan makan malam.”Biniku memberi alasan.

Biniku merapatkan mukanya ke arah dada Rizal dan mula menjilat sambil mengigit gigit kemas puting susu Rizal.

“Auww! Gelinya?

Rizal mengeluh sambil tangannya lembut menolak kepala biniku dari menjilat susunya. Jilatan biniku pula beralih kebawah dan berhenti sejenak di pusat Rizal.

“Eeemmmmm”Rizal kesedapan.

Sambil menjilat sebelah tangan biniku membuat ramasan dibahagia dada manakala yang sebelah lagi meramas celah kangkang Rizal yang sudah nampak agak menonjol.

Bila tangan biniku menyentuh butuh Rizal yang masih berada disangkarnya ia agak terperanjat sedikit.

“Woooo..! besarnya bang! Bagi ana tengok boleh ke.?”minta biniku.

“Ohh sudah tentu,I milik ana malam ni”kata Rizal sambil tersenyum.

Rizal membuka zip seluarnya dan biniku cuba membantu dengan membuka butangnya.Bila seluar Rizal melurut kebawah maka teserlahlah batang butuhnya yang king sais itu - 8 inci.Biniku mengensut kebelakang sedikit seolah-olah tak percaya apa yang dilihatnya.

“Alamakkk!Sungguh Besar banggg!tak pernah ana nampak butuh begini besar.”suara biniku kehairanan.

“Suami ana punya tak besar macam ini ke?”Tanya Rizal.

“Tak,U punya lagi besar.”Biniku menjawap.

“Boleh muat ke ni,bang!!”Biniku agak gusar.

“Cubalah dulu.”Rizal cuba menyakinkan.

Biniku dengan perlahan menarik butuh king sais itu ke mulutnya dan membelainya dengan lidah.Rizal mengerang enak.

“Oohhhhhh!?

Adengan kulum mengulum berlaku agak lama.Biniku memang pakar dalam acara kulum mengulum ini.Sementara itu Rizal meramas buah dada biniku dan di ulinya puting susu yang masih berada didalam coli itu.Biniku berhenti sejenak untuk menanggalkan baju dan coli yang dipakainya.Rizal kemudiannya membongkok lalu membuat jilatan pada
kedua dua belah buah dada biniku.Biniku mengerang keenakkan.

“Ohhh!.”kelu biniku.

Beberapa ketika kemudian Rizal merebahkan biniku diatas katil dan memulakan penerokaan keseluruh tubuh biniku.Kini mereka sudah tidak berpakaian lagi.Ramasan dan jilatan terus menerus berlaku.Erangan biniku semakin meninggi.

“Ohh! Bang!! Sedappp nya…lagiii..bang!?

Suara biniku ketika Rizal menjilat vagina biniku.Sebutir mutiara yang berada dicelah kangkangnya turut menjadi bahan jilatan lidah Rizal menyebabkan biniku tak keruan. Rizal mengulum dan menyonyotnya dengan rakus.Kepala biniku menggeleng-geleng kenikmatan manakala punggungnya bergoyang keatas dan kebawah.

“Ohh! Ahhh! Aaaaabangggggg! Ana keeeluaarrrr!?


Beberapa detik kemudian badan biniku kejang dan itulah klamik pertamanya.Rizal membenamkan lidahnya kedalam vagina biniku dan mengisap semua air biniku.

Rizal kemudian bangun membetulkan posisinya diatas celah kangkang biniku. Dikangkangkannya kedua belah kaki biniku sehingga vagina biniku betul betul ternganga bersedia untuk ditusuk oleh butuh Rizal.Biniku membantu dengan menarik batang butuh Rizal kearah vaginanya.Sementara itu Rizal mendorongnya masuk perlahan kedalam lubang nikmat biniku.Baru kepalanya masuk biniku mengerang.

“Wooo! Abang pelan pelan.Ana rasa nak terkoyak nii!?

Walaupun vagina biniku sudah nampak basah namun dengan kebesaran butuh Rizal ianya agak sukar untuk dimasukkan.Rizal perlahan mendorong lagi.Tiga inci masuk.

“EEMMm! Oohh!?

Biniku mengerang lagi.Matanya terpejam sambil ia menggigit bibirnya.

“Bolehhhh lagii??

Tanya Rizal.Biniku menggangguk.Rizal mendorong lagi.Lima inci masuk.Biniku sudah boleh menerima kehadiran batang butuh yang besar itu.Dia mula mengoyangkan punggungnya. Rizal mengikut rentaknya.

“Ohhhh sedapppppnya! Bang!?…sssssttttt aaaaaaaahhhhhhhhhh!!?

Biniku menjerit.

Rizal mengerakkan punggung naik turun bermula perlahan dan semakin laju.Biniku sudah kehilangan pedoman menarik rambut Rizal.Rizal menekan lagi batang butuhnya dan hanya tinggal satu inci lebih yang belum masuk.

“Aadduuhhh!! Bang!AAAAHhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Seedaappppppnya!!!OOOOOOhhh!!!!!”rintih biniku keenakan.

Baru kali ini kedalaman pukinya di terokai sepenuhnya oleh batang butuh.Biniku tidak keruan merasakan tusukan batang butuh besar Rizal.

Posisi ini berlaku lima belas minit.Sehingga biniku klamik lagi untuk kedua kalinya.

“Ooooh! Sedapnya bang!Ana dah nak keluar lagi.Eemm!OH!”Suara biniku terketar ketar keenakkan.

Dalam pada itu Rizal menghayun dengan lebih pantas lagi.

Rizal masih belum apa apa lagi.

Dia kemudian membalikkan badan biniku.Kini posisi menonggeng.Rizal memasukkan batang butuhnya dan mengerakkan punggungnya kedepan dan kebelakang.Biniku sudah nampak agak lesu menerima saja tikaman Rizal.Lima belas minit adengan di posisi ini berlaku. Suara erangan biniku sudah tidak kedengaran hanya kelihatan tubuhnya menggeliat
dan nafasnya turun naik.Biniku menikmati keenakan yang maksima.

Butuh Rizal masih tegang gagah.Rizal mencabutnya dan kemudian membaringkan biniku pada kedudukan miring dan sebelah kakinya diangkat keatas bahu Rizal seterusnya Rizal menusuk lagi biniku pada kedudukan ini.Gaya inilah paling biniku suka bila ia main dengan aku.Biniku mengerang lagi penuh rasa nikmat.

“Ahhhhhhhhh!bbaaaaaaang!eeemm!hhhhhsstt!?

Untuk kali ketiganya biniku klamik.Badannya sudah tidak bermaya lagi.Dalam keadaan biniku sudah terkulai itu Rizal merancakkan henjutannya tandanya ia mahu klamik juga.

“Abang!!!!ohh! sedappppnyaa!! Batang butuh mu bang!!?

Biniku cuba mengerah sisa tenaganya yang akhir mengimbangi terjahan batang butuh Rizal.

“Tekan lagi bang! Ohh eemmm sedapppnnnyyyyeee!?

Biniku mengeliat dan mengelupur diatas tilam empok sementara Rizal masih ligat memacunya dari sisi.

Akhirnya Rizal sudah sampai kepuncaknya dengan henjutan terakhirnya yang amat kuat sekali.

“AHHHHHHHH?!! BBBBAAAAANG!!?

jeritan biniku sambil kedua tangannya mengenggam cadar yang sudah kusut diatas katil itu.

Crrot! Crot! Crrot!

Airmani Rizal begitu banyak sekali memancut deras didalam lubang nikmat biniku. Punggung biniku nampak berdenyut denyut akibat pancutan airmani Rizal yang deras itu.Sambil itu Rizal merebahkan badannya di atas badan biniku tanpa mencabut butuhnya.Mereka kaku sejenak dengan nafas yang masih turun naik.

“Abang!!! Abang sungguh hebat sekali.Belum pernah Ana dapat kepuasan macam ini.?

Biniku mula bersuara.

“Oya ke! Habis kenapa, suami U tak macam ni ke??

“Taklah sehebat U?

“Okey Ana jom kita mandi.?

“Sabarlah dulu bang,biar butuh abang mengecut didalam.Jangan dicabut dulu.?

“Terserah U?

Rizal memberi kucupan diatas dahi biniku.Biniku terus meragut bibir Rizal dan menciumnya.Mereka berkucupan penuh mesra sekali beberapa ketika.Biniku memang pandai bermain lidah.Rizal masih tertiarap diatas biniku.Mereka bergelut diatas katil. Batang butuh Rizal yang masih berada di vagina biniku kembali tegang.

“U punya keras lagi??

Kata biniku sambil menggoyang-goyangkan punggungnya.Rizal menurut irama biniku. Adengan hubungan badan mereka sudah menghampiri sejam.

“Nak lagi ke??

Rizal memacu ligat biniku.Biniku mengerang lagi.

“Ohhhh!! Aaabangggg! Sedapp nya!?

Dalam kedudukan Rizal diatas biniku kali ini dia bertindak dengan lebih ganas lagi.Dia menyorong dan menarik butuhnya dengan laju sekali.

“Ana,abang nak kita klamik sama sama okey!?

Rizal berbisik ditelinga biniku.Biniku hanya menggangguk.

Lima belas minit kemudian mereka klamik bersama,bersama jeritan yang memanjang kedua duanya.

“OOOOOOOOOOOOHHHHHH!!!! ANAA! Ini DIA NAH!!!!!!!”erang Rizal.

“AAAAAAAABBBAAAAANGGGGGGGGGGGGG!!!!SSSSEEEEEEDDAPPPPPPP BAAAAAAAANG!”jerit biniku.

Jam ditanganku sudah menghampiri 10.00 malam.Tak terasa aku sudah hamper 4 jam berada di hotel ini.Dalam skrin TV sudah nampak Rizal dan biniku mengenakan pakai masing masing.Kelihatan mereka mahu keluar bersama dengan meninggalkan keadaan bilik tidur yang kusut masai umpama sarang tikus itu.Bila mereka beredar aku pun mematikan
suis perakam VCD dan disknya aku letakkan ditempatnya.Disk mengandungi cerita yang paling penting dalam rentetan hidupku.
Posted at 06:40 pm by notyjoe
Give Comment  

Ann
Ann seorang janda muda berhias (Tak ada anak) berumur 18tahun. Dia agak liar skit, sebab tu laki dia ceraikan dia. Dia kawen dulu dari aku atas kehendak ibubapa dan bercerai selepas 5bulan kawen. Ann memang rapat dengan bini aku dan aku, bila ada masalah dia akan serita kat aku. Lepas bercerai dia jadi semakin liar dan selalu berpeleseran di pusat membeli belah maklumlah baru bercerai mestilah sunyi. Aku pulak tak dapat nak bantu sebab sebok dengan tempahan di kedai dan tak suka campur urusan orang. Kekadang tu ada juga aku bawa dia jalan2 nak kurang rasa sunyi dia. Aku ada juga cadangkan supaya dia kawen lain dengan lelaki yang dia suka tapi dia tak mau sebab dah jatuh status jadi janda lagipun dia lebih suka hidup bebas dan tak mau kena kongkong dengan laki. Ann memang suka berpakaian sexy. Bila ada masa aku akan bawa dia membeli belah dan aku dapati Ann lebih suka memakai jeans sexy yang agak keterlaluan. Dia juga selalu minta pendapat aku bila dia beli jeans dan body tight baru dan aku pula akan puji dia bila pakai Jeans yang ketat dan bercawat pendek juga pakai body hangging yang ketat dan pendek yang nampak pusat. Tak dinafikan yang saiz badan kami sama besar kerana kami berkongsi seluar jeans. Semenjak aku belum kawen ngan bini aku lagi kami memang dah biasa berkongsi jeans dan kerap juga Ann pakai jeans bekas aku. Pernah beberapa kali pakai jeans aku selepas mandi di air terjun dan akupun terpasalah pakai jeans dia pulak. Ann tak suka pakai seluar dalam macam aku juga dan tak suka pakai coli dan yang paling best kami selalu mandi bogel bersama di air tejun dekak rumah kami. Nak dijadikan cerita, suatu kari Ann minta aku buatkan jeans untuk dia, siap dengan lakaran lagi disediakan kat aku. Mengikut lakaran jeans yang Ann tempah memang nampak sexy yang keterlaluan tapi aku tak kisah sangat lagipun aku memang suka kalau dia pakai sexy. Aku cuma senyum saja kat dia dan bersetuju jahit jeans tempahan dia. Aku bagi tau dia yang aku akan ukur saiz badan dia nanti bila nak buat. Ann bagi tau aku yang dia nak aku buat jeans yang ketat dan lebih kecil dari saiz badan dia, dia juga nak aku pendekan cawat jeans dia kurang dari 5". Wau... Aku terkejut dengan permintaan dia sebab dialah orang yang pertama tempah jeans yang bercawat pendek dari 5". Sehari selepas itu aku pun minta nak ukur saiz badan dia, aku suruh dia bogel supaya mudah aku mengukur saiz tubuh dia dengan lebih tepat lagi. Ann cuma memberi senyuman menggoda dan terus bogel. Aku mengukur setiap inci yang di perlukan dan setiap sukatan Ann akan dikurangkan walaupun saiz itu adalah saiz tubuhnya sebab dia mahukan jeans yang lebih ketat dan sexy. Tubuh Ann memang cantik dan sesuai jika dia digelar model, aku tak dapat kawal diri bila menyentuh bahagian sulit Ann sebab aku tak pernah sentuh dibahagian itu walaupun kami dah biasa berbogel berdua Ann juga aku lihat sengaja mengambil kesempatan ketika jari aku menyentuh bahagian sulitnya, aku pun apa lagi pada kesempatan yang ada tuh sengaja menggesel2kan jari aku kat lurah puki dia sampai keluar air mazi dia tapi aku sengaja tak teruskan niat aku lalu berhenti disitu. Ann aku nampak agak kecewa dengan tindakan aku yang tidak meneruskan permainan jari aku kat puki dia. Didalam hati, aku kata sabar dulu Ann, nanti kau akan dapat lebih dari tu. Bila sepasang jeans tempahan Ann siap aku menyuruh dia mencubanya dulu untuk pastikan dia puas sebelum meneruskanya lagi empat pasang dan tanpa berlengah Ann terus bogel dan memakai jeans yang baru siap aku buat itu. Itu memang tabiat Ann ketika salin pakaian didepan aku. Aku memang sporting habis dengan Ann dan Ann pula anggap aku sebagai kawan rapat yang selalu menyimpan rahsia peribadi dia. Memang susah untuk dipakai jeans yang saiznya lebih kecil dari tubuh tapi Ann paksa untuk memakinya juga dan aku turut bantu pakaikan dia. Ann memang orang yang paling sexy yang pernah aku lihat dengan jeans ketat dan bercawat pendek hingga nampak bulu pukinya yang agak lebat macam bulu butuh aku. Batang butuh aku jadi tak boleh tahan didalam jeans aku yang memang ketat seja dari tadi lagi. Aku terus ambil kesempatan menghampiri Ann dan memuji kecantikan dan keseksian dia. Tanpa segan Ann terus memeluk aku dan mencium bibir aku mengucapkan terima kasih. Aku terus mengambil peluang meramas2kan punggung Ann yang membangkitkan nafsunya lagi yang sememangnya hauskan batang butuh. Dengan itu Ann terus memeluk dan
mencumbui aku semahunya. Tindakan Ann telah meyakinkan aku lagi yang aku bakal menikmati tubuh sexynya itu, perlahan2 aku rebahkan tubuhnya di atas meja jahitan aku dan menarik jeans yang baru dia pakai kebawah sambil menindih tubuhya. Ann tak memperdulikan tindakan aku sambil terus menyedut lidah aku seperti bayi kelaparan susu sementara tangan nakalnya pula leka meraba2 butuh aku dari luar jeans. Aku kemudianya berjaya membebaskan batang butuh aku keluar dari jeans ketat aku dan menggeselkan di permukaan puki Ann. Ann menjadi geram dengan geseran batang butuh aku di alur pukinya yang banjir itu. Tanpa diminta Ann terus menolak punggung aku ke atas dan apabila kepala butuh aku berada tepat pada pintu pukinya, dia menarik semula dengan kuat hingga keseluruhan butuh aku tenggelam dalam lubang pukinya yang banjir itu. "Ketat juga puki Ann nie". bisik hati aku. "Ssssshhhhh....Arghhhh!!!" Ann mendesis kenikmatan setelah sekian lama tidak merasa batang butuh Ann aku nampak agak gelojoh mengerjakan batang butuh aku. Selepas itu aku pula mengambil alih mendayung perlahan2 dan semakin lama, semakin laju. Air mazi Ann semakin banyak keluar dan bercampur dengan air mazi aku. Aku turut mengulum dan menyedut lidah Ann dan Ann membalas dengan penuh nafsu. Sambil aku mendayung, Ann mula menanggalkan butang baju aku satu persatu. Aku tahu Ann ingin merasakan persetubuhan yang lebih mesra lalu aku turut membantu menaggalkan pakaian kami bersama hingga akhirnya tidak ada seutas benang pun pada tubuh kami. Bahagian kulit kami yang bergesel tanpa alas itu benar2 menambahkan lagi nafsu aku. Aku berdayung dengan lebih keras lagi sambil sekali-sekala aku geselkan butuh aku pada biji nikmat Ann. "Mmmmmphhh!!!", Ann mula mengeluh dalam kuluman dan sedutan mulut aku. Pelukanya juga semakin kuat seolah2 tak mau melepaskan aku lagi. Aku juga dapat merasakan kemutan puki Ann semakin kuat dan kerap seolah2 menyedut butuh aku. Ann mengerang semakin kuat sementara punggungnya dijulang2 tinggi menghentak kuat batang butuh aku, kedua kakinya juga memaut kuat pinggang aku. Aku tau Ann dah nak sampai klimak lalu aku membantu Ann dengan menghentak kuat dan padu batang butuh aku jauh ke dalam puki dia berkali2. Bibir Ann aku lepaskan supaya dia dapat lepaskan kata2 nikmatnya. "Aaarrghhhh!!!... Ooohhhhh!!!!...Mmmm!!!... Yesss!!!.. Fuck me!!..Fuck my pussy!!...Ann milik
Abanggg!!.." erangan Ann memenuhi ruang bilik jahitan aku. Puki Ann dan butuh aku terus bergesel sambil mengeluarkan bunyi2 lucah "Clup! Clap! Clup! Clap". Tubuh kami basah dengan peluh nikmat. Bulu butuh aku dah basah kuyup dengan campuran air mazi milik kami berdua. Sempat aku lihat puki Ann yang sedang kena pam oleh batang butuh aku. Sungguh indah sekali permandangan itu, bulu puki Ann juga aku lihat dah basah kuyup dengan campuran air mazi milik kam

Posted at 11:59 am by AKMAR20

chanel online shop
October 29, 2012   08:39 PM PDT
 
I was wondering if anyone knows a good website with nice shoes that you can order online. Thanks Oh i'm 14 so not really old shoes but like thongs, high heels, vans etc,377709,http://nomaru.blogdrive.com/archive/33.html
chanel bag online
September 14, 2012   09:22 PM PDT
 
It does not follow that because we do not subsidize smoking, we should not regulate unhealthy activities. Costs and savings are not the only variable. The fact that obesity creates costs is merely an additional reason to regulate it, not the only one. The main reason is its danger to an individual. You are dismissive of subsidizing smoking precisely because of this moral intuition. ,428982,http://nomaru.blogdrive.com/archive/33.html
nike air 2012
August 4, 2012   02:25 AM PDT
 
take peaceful living people and makes their RV's a maximum security prison with restrictions, stipulations and rules-rules-and more rules,385311,http://nomaru.blogdrive.com/archive/33.html
timberland outlet
May 25, 2012   06:36 PM PDT
 
Nice, and thanks for sharing this info with us.Good Luck!,517405,http://nomaru.blogdrive.com/archive/33.html
Moncler Sverige
April 22, 2012   08:57 PM PDT
 
Your write-up is fantastic. It is essentially extraordinary to me. I like it greatly and I hope to determine you additional content articles.,759284,http://nomaru.blogdrive.com/archive/33.html
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry


AKMAR20
April 19th
Male
Malaysia
   

<< December 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed